Hai, perkenalkan saya seorang new moms yang sedang menikmati kelucuan si kecil yang baru berumur 23 bulan. Sambil menulis postingan blog ini, si kecil sedang mencoba mencari perhatian. Mengandeng tangan menuju halaman depan untuk menemaninya bermain. Boleh nemenin si kecil main dulu ya?

--- 30 menit kemudian ---

Si kecil barusan ngajakin main kerikil di halaman nih. Dia suka banget memindahkan kerikil dari satu tempat ke tempat lainnya. Membuat gunungan kerikil baru 'hasil' berburu kerikil di seluruh halaman. Si kecil yang sedang dalam masa golden age, maunya eksplorasi berbagai macam hal. Jelas sebagai ibu saya nggak mau ketinggalan untuk terlibat. Main bersama itu nggak hanya menyenangkan, tapi juga menciptakan momen yang berharga.

Si kecil pujaan hati saya bernama Arthur, anak laki-laki yang lahir bersama aroma petrichor. Saya nggak tahu pasti pada usia 23 bulan, apa saja kemampuan yang seharusnya bisa dilakukan seorang anak. Tapi, saya percaya jika setiap anak memiliki kepintaran dan keistimewaan tersendiri. Dalam fase golden age, anak akan mengembangkan kemampuan motorik yang dimilikinya.

Perkembangan motorik sendiri merupakan proses perkembangan gerak pada anak yang menandai adanya kematangan fisik dan saraf. Terdapat dua jenis perkembangan motorik yakni perkembangan motorik halus dan perkembangan motorik kasar. Sudah tahu bedanya belum, Moms?

Perkembangan Motorik Kasar

Kegiatan Melatih Motorik Kasar Anak: Menendang Bola | ayumiranti.com

Perkembangan motorik kasar adalah perkembangan gerak yang meliputi keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh. Misalnya, merangkak, berdiri, berjalan, berlari, melompat, menendang bola, meraih pensil di atas meja, mengambil benda yang ada di lantai dan masih banyak yang lainnya. Aktivitas yang berkaitan dengan fisik dan koordinasi tubuh merupakan bagian dari motorik kasar. Biasanya yang berkembang pertama kali adalah kemampuan motorik kasar yang baru diikuti oleh motorik halus.

Perkembangan Motorik Halus

Kegiatan Melatih Motorik Halus Anak: Memencet Tombol Pada Alat Musik | ayumiranti.com

Perkembangan motorik halus merupakan perkembangan gerak yang meliputi otot kecil dengan koordinasi mata-tangan. Contohnya seperti menyusun puzzle kecil, memencet tombol pada alat musik, menggambar, menulis, memotong, atau menata balok sesuai bentuknya. Perkembangan motorik halus merupakan tahapan selanjutnya dalam perkembangan anak.

Setiap anak memiliki perkembangan motorik kasar dan halus yang berbeda. Moms percaya kan jika setiap anak memiliki kecerdasan dan kepintaran tersendiri? Saya sendiri juga selalu mengingatkan diri sendiri untuk tidak terlalu memaksakan Arthur menguasai suatu hal yang bisa dilakukan oleh anak lain. Buat saya, Arthur itu istimewa dengan caranya sendiri. Namun, sebagai orangtua kita harus tetap memberikan dukungan berupa stimulasi yang bisa mendukung perkembangannya.

Sayangnya, sebagian orang tua menganggap jika stimulus hanya bisa diberikan lewat mainan edukasi atau ke tempat gym anak. Hal ini nggak sepenuhnya salah sih. Tapi, kalau menurut saya sebuah mainan itu bisa maksimal fungsinya kalau ada peran serta dari orangtua.

Sebagai ibu bekerja terkadang saya juga 'lalai' saat main bareng Arthur karena ada notifikasi email, sedang baca berita IHSG atau lagi pantengin Chef William Gozali masak. Untuk itu, saya mau fokus nih dengan membuat tantangan 4 hari ciptakan momen berharga bareng Arthur sambil melatih motoriknya. Karena Arthur berusia 2 tahun, maka saya akan memberikan stimulasi yang sesuai dengan usianya. Sebelumnya yuk simak dulu tumbuh kembang ideal anak usia 2 tahun.

Dikutip dari Alodokter.com yang ditinjau oleh dr. Allert Noya, pertumbuhan fisik mencakup 16 gigi pertama, berat badan 10-13kg dan tinggi badan pada kisaran 84-89cm. Keterampilan motorik yang dimilikinya mencakup koordinasi anggota tubuh yang lebih baik, seperti mengambil objek, menendang bola, memutar gagang pintu, hingga bisa naik turun tangga berpegangan pada orangtua. Secara emosional dan sosial, anak mulai belajar untuk mengendalikan emosi secara bertahap, menunjukkan kemandirian serta suka meniru orang lain.

Tantangan banget nih buat saya untuk membuat aktivitas yang bisa menstimulasi motorik Arthur. Fyi, Arthur adalah tipikal anak yang sangat menyukai kegiatan fisik. Jadi, saya akan membantu memberikan stimulasi dari kegiatan yang mungkin disukainya. Ingat, setiap anak punya kebutuhan stimulasi yang berbeda ya, Moms. Penasaran apa saja permainan atau aktivitas yang sudah saya siapkan untuknya? Simak yuk, Moms.

Day 1: Belajar Naik Balance Bike

Hari Pertama Belajar Naik Balance Bike | ayumiranti.com

Balance bike merupakan salah satu media permainan edukasi anak yang kini sedang populer. Bahkan, di beberapa kota besar ada berbagai komunitas, latihan bersama hingga racing. Anggotanya pun anak mulai dari usia 2-6 tahun.

Hari ini adalah hari pertama Arthur cobain balance bike yang saya sewa dari sebuah rumah bermain di Malang. Saya memilih balance bike untuk membantu menstimulasi motorik kasar dan halus Arthur.

Melatih Keseimbangan Tubuh dan Kekuatan Kaki | ayumiranti.com
Memegang Stang Melatih Otot Jari dan Tangan | ayumiranti.com

Balance bike sendiri merupakan sepeda tanda pedal yang dibuat untuk melatih keseimbangan anak. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan saat main balance bike

  • Melatih keseimbangan tubuh
  • Melatih kekuatan kaki
  • Melatih koordinasi gerak dan koordinasi tubuh secara cepat
  • Memegang stang melatih otot-otot halus jari dan tangan
  • Melatih fokus
  • Belajar meningkatkan rasa percaya diri dan mengandalikan rasa takut

Reaksi Arthur saat petama kali naik adalah bingung apa yang harus dilakukan. Bagaimana cara menggerakkan kaki dan memegang stang yang benar. Setelah beberapa kali dituntun, ia mulai ingin memegang kendali sepeda sendiri. Ia mulai mengerti jika dibutuhkan kontrol keseimbangan agar tidak terjatuh. Belajar naik balance bike ini bisa menjadi salah satu cara stimulasi motorik kasar maupun halus bagi si kecil.

Day 2: Serunya Bermain Pasir!

Latihan Fisik dengan Bermain Pasir

Bermain pasir mungkin terlihat sederhana. Tapi, tahu nggak sih Moms jika bermain pasir memiliki banyak manfaat untuk perkembangan anak? Nggak harus pasir pantai kok, Arthur main pasir biasa juga sudah senang.

Arthur adalah tipikal anak yang suka bermain dengan benda-benda alam. Mulai dari kerikil, batu, daun, air dan pasir. Mau di mana saja dan kapan saja, kalau ada gundukan pasir rasanya nggak boleh didiemin saja. Dia suka menggenggam, menggeruk dan meremas pasir menggunakan tangannya.

Kenapa nggak main pasir yang dibentuk-bentuk? Arthur belum tertarik menggunakan alat bantu saat bermain pasir. Dia hanya suka memainkannya dengan tangan, atau menutupi bagian tubuhnya dengan pasir. Lalu, boom.. bisa 'terlepas' dari tumpukan pasir. Hal sederhana ini aja bisa banget bikin Arthur bahagia.

Pasir adalah media bermain anak yang dikenal memberikan pengalaman sensori yang penting dalam pertumbuhan anak. Bagi saya, saat bermain pasir Arthur bisa melatih kemampuan motorik kasar dan halus sekaligus. Tekstur pasir membantu menstimulasi otot-otot halus pada jari dan tangan. Begitu juga saat Arthur mulai menggeruk pasir dalam-dalam, ia menggunakan otot tangan dan juga gerakan mendorong yang melatih motorik kasarnya.

Bermain Pasir membantu 3 bidang pada perkembangan anak:

1. Melatih Fisik
Saat bermain pasir, kemampuan fisik dapat terasah dengan baik. Anak akan mengangkat, menggeruk dan meremas pasir dengan kedua tangannya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyarankan anak untuk melakukan aktivitas fisik paling tidak satu jam setiap harinya. Latihan fisik dengan bermain pasir ini dapat memperkuat otot serta koordinasi mata-tangan.

2. Meredakan Emosi
Percaya nggak sih Moms jika bermain pasir dapat menenangkan hati dan perasaan anak? Bermain terbuka di luar rungan serta sensasi meremas pasir memberikan efek tenang sehingga anak lebih ceria.

3. Meningkatkan Imajinasi
Saat bermain pasir, setiap anak punya imajinasi tersendiri akan apa yang sedang ia mainkan. Begitu juga dengan Arthur yang begitu excited untuk memasukkan tangannya dalam-dalam pada gundukan tanah. Mendorongnya sekuat tenaga lalu berusaha terlepas dari pasir tersebut.

Day 3: Latihan Memanjat Bersama Mama

Latihan Memanjat Stimulasi Perkembangan Motorik Anak

Kalau si kecil suka memanjat, senang atau justru deg-degan Moms? Memanjat merupakan salah satu 'keahlian' dari anak yang menurut saya luar biasa. Anak yang bisa memanjat berarti memiliki koordinasi mata, tangan dan kaki yang baik. Kegiatan ini juga merupakan bukti jika otot lengannya kini mampu menopang tubuhnya.

Kali ini saya mengajak Arthur ke tempat bermain agar dia bisa belajar memanjat. Jika biasanya hanya panjat kursi, meja dan kasur di rumah. Sekarang dia harus memanjat di medan yang lebih tricky. Karena ini baru pertama kalinya, dia butuh pendampingan yang ekstra.

Berikut ini adalah perkembangan motorik kasar dan halus yang bisa diasah lewat memanjat:

  • Melatih koordinasi tangan dan kaki
  • Mengasah keseimbangan tubuh
  • Melatih kekuatan otot lengan
  • Melatih keberanian

Pastikan anak berlatih memanjat di tempat yang aman dan mudah dijangkau. Berikan terus pendampingan dan motivasi agar ia lebih berani lagi memanjat lebih tinggi!

Day 4: Latih Motorik Lewat Camilan Sehat Anak

Monde Boromon Cookies: Makanan Selingan Kukis Untuk Anak Usia 1-5 Tahun | ayumiranti.com

Day 1-3 kita sudah banyak melakukan latihan fisik nih. Nah, kali ini saya ingin mengajak Moms untuk bisa melatih motorik anak lewat makanan selingan berupa kukis! Eh, memangnya bisa melatih motorik anak lewat makanan? BISA BANGET!

Pergerakan anak tidak hanya fokus pada gerakan kaki, tangan, mata atau jari saja. Perhatikan juga pergerakan mulut, cara si kecil mengunyah dan bagaimana ia bisa mengenali tekstur dengan baik. Itulah mengapa para Ibu membutuhkan makanan selingan atau camilan sehat khusus anak yang bisa membantu mengembangkan kemampuan motorik halusnya. Terinspirasi dari hal ini, Monde memproduksi sebuah produk selingan makanan kukis untuk anak usia 1-5 tahun bernama Monde Boromon Cookies.

Bentuk Monde Boromon Cookies yang Membantu Melatih Motorik Anak | ayumiranti.com

Monde Boromon Cookies merupakan produk kukis berbentuk bulat kecil yang punya segudang manfaat untuk melatih motorik anak. Saat berusaha mengambil Monde Boromon Cookies yang bentuknya kecil, secara tidak langsung melatih koordinasi mata dan tangan. Bentuknya yang bulat, menarik banget nih buat anak-anak seusia Arthur.

Saat berusaha mengambil dengan tangannya sendiri, otot jari si kecil juga terlatih untuk meraih objek yang kecil. Kegiatan ini bisa banget lho untuk melatih motorik halus si kecil.

Tekstur Monde Boromon Cookies yang Mudah Dikunyah Anak | ayumiranti.com

Begitu masuk mulut, Monde Boromon Cookies mudah meleleh saat terkena air liur sehingga dapat melatih motorik halus yang ada pada lidah dan mulut anak. Pada proses ini, anak juga belajar mengeksplorasi rasa, bentuk, tekstur serta kemampuan untuk makan.

Sebelum cobain juga makan, saya sempat tes tekstur Monde Boromon Cookies yang mudah hancur saat ditekan. Jadi, para Moms yang anaknya baru belajar mengunyah nggak perlu cemas ya. Aman banget kok dikonsumsi si kecil dan mudah dikonsumsi. Merangsang kemampuan mengunyah lewat camilan sehat ini sangat penting untuk dimiliki. Pasalnya, otot-otot yang ada pada mulut juga merangsang kemampuan anak untuk berbicara nantinya.

Monde Boromon Cookies aman untuk dikonsumsi anak setiap hari karena memiliki keterangan gluten free. Menurut Alodokter.com, gluten sendiri merupakan salah satu jenis protein yang biasanya terdapat dalam gandum hasil persilangan, gandum biasa, atau barley. Jika terdapat keterangan gluten free, berarti makanan tersebut tidak mengandung protein gluten. Lebih aman untuk perut si kecil nih, Moms.

Rasanya yang nggak terlalu manis, pas banget untuk camilan santai anak-anak. Monde Boromon Cookies mengandung sari pati kentang, madu sebagai sumber rasa manis dan juga DHA. Kombinasi bahan alami yang menyehatkan ini menjadikan Monde Boromon Cookies sebagai camilan sehat yang wajib ada di rumah.

Kemasan Monde Boromon Cookies | ayumiranti.com

Dalam 1 kotak Monde Boromon Cookies dengan berat 120 gram, terdapat 6 kemasan @20gram kukis mini yang imut. Pengemasannya menurut saya menarik banget sih, karena mempermudah si kecil untuk bisa mengonsumsinya. Jika 1 kemasan habis, yang lainnya bisa disimpan untuk lain waktu. Kemasan ini juga memudahkan para Moms yang ingin membawanya saat jalan-jalan. Cukup bawa 2-3 kemasan, bisa memenuhi kebutuhan asupan camilan sehat anak saat bepergian.

Monde Boromon Cookies ini telah tersedia di toko online atau offline terdekat. Moms juga bisa membelinya di Mondemart.com untuk harga yang lebih bersahabat. Jangan lupa daftarkan diri terlebih dahulu untuk mempermudah sesi belanja. Selain Monde Boromon Cookies, Mondemart.com juga menyediakan berbagai produk Monde yang bisa menemani acara ngemil santai keluarga.

Buat Akun di Mondemart.com Untuk Mempermudah Sesi Belanja | ayumiranti.com

Cari Monde Boromon Cookies di link ini, untuk langsung berbelanja. Tentukan jumlah Monde Boromon Cookies yang ingin dibeli, lalu segera lakukan tahap pembayaran. Jika dibandingkan, harga Monde Boromon Cookies di momdemart.com lebih murah dari toko online lainnya. Jadi, budget yang dimiliki bisa digunakan untuk membeli produk Monde lainnya untuk Moms atau keluarga.

Membeli Monde Boromon Cookies di Momdemart.com | ayumiranti.com
Metode Pembayaran di Mondemart.com | ayumiranti.com

Itulah tantangan 4 hari menciptakan momen berharga untuk melatih motorik si kecil yang saya lakukan bersama Arthur. Kegiatan sederhana, mudah, namun memiliki manfaat yang luar biasa jika dilakukan dengan tepat. Ditemani dengan Monde Boromon Cookies, menyempurnakan kegiatan kami untuk menciptakan momen yang nggak terlupakan.

Dear Monde, terima kasih ya sudah menghadirkan produk Monde Boromon Cookies yang membantu para Moms untuk bisa menstimulasi perkembangan motorik anak dengan cara yang menyenangkan. Lewat camilan selingan makanan yang sehat, bergizi dan bentuknya yang menarik.

Nggak hanya berhenti lewat tantangan 4 hari ini saja. Saya dan Arthur akan menciptakan momen berharga lainnya yang akan dikenang sepanjang usia. Sampai jumpa!

Love,
Ay