/ hamil 4 bulan

Hamil 4 Bulan: Selamat Datang Tendangan 'Halilintar'

Hamil 4 bulan, semakin banyak kejutan yang berdatangan. Mulai dari perubahan fisik, posisi tidur dan sinyal-sinyal manis dari si kecil di dalam perut. Perayaan hilangnya morning sickness di usia kehamilan 3 bulan, masih berlanjut. Ditandai dengan selalu lapar kapan saja. Siapapun yang sekarang sedang menjalani atau telah melewati usia kehamilan 4 bulan. Ah, rasanya  tidak sabar menjalani bulan bulan selanjutnya ya! Lalu inilah cerita-cerita kehamilan usia 4 bulan.

Kedatangan Tendangan ‘Halilintar’

Katanya sih pada usia kehamilan 4 bulan pergerakan bayi mulai terasa. Karena ini adalah kehamilan pertama, saya nggak pernah tahu gimana ‘tendangan bayi’ sebelumnya. Awalnya saya cuma merasakan tiga ketukan kecil di bagian bawah perut. Masih bertanya-tanya juga sih, itu tadi tendangan atau aktivitas perut yang kebanyakan makan *ups.

Makin yakin saat keesokan harinya saya merasakan ada sesuatu yang bergerak dalam perut. Mungkin begini rasanya! Waktu pertama kali si dia bergerak dengan aktif, rasanya keringat dingin keluar, senang, geli, semuanya campur aduk! Hari selanjutnya, saya sudah terbiasa dengan dia yang ‘main sepak bola’ bahkan sampai sepanjang hari.

Kata Dokter, si kecil yang aktif bergerak pertanda dia sehat. Lega rasanya. Saya nggak pernah tahu gimana tendangan bayi ibu lainnya. Tapi, si kecil ini bisa bergerak aktif sepanjang hari atau sepanjang malam. Saat saya kerja (kebanyakan duduk di depan komputer) dia aktif bergerak, hal ini biasanya berlanjut sampai pulang kantor bahkan menjelang tidur. Saat weekend (banyak melakukan aktivitas rumah tangga) dia nggak terlalu banyak gerak. Tapi, saat saya mulai berbaring atau menjelang tidur. Dia gerak sampai pagi!

Baca-baca di beberapa artikel, katanya saat ibu hamil bergerak. Si kecil merasa sedang ‘ditimang-timang’. Jadi, dia lebih tenang dan merasa nyaman di dalam. Itulah kenapa, saat saya mulai diam, dia mulai mencari perhatian.

Yay, Mengenal Suara Mama Papa!

Seperti cerita saya di awal kehamilan, Makhluk Kecil dalam Perut. Saya nggak pernah berhenti ngajakin si kecil ngobrol. Entah kenapa, rasanya selalu merasa dia bakalan ngerti. Hal ini terbukti di usia kehamilan 4 bulan. Saat indra pendengarannya mulai berfungsi baik. Si kecil yang mendengar suara Papa Mamanya mulai memberikan feedback berupa tendangan.

Misalnya, saat saya seharian beraktivitas. Kan kangen ya kalau dia nggak gerak? Papa nya selalu usil ngobrol di perut, bangunin si kecil yang mungkin sedang tidur. Daaaan, si dia NENDANG! Kalau Papa-nya sedang nyanyi kenceng dengan suara yang (ehem) fals di mana-mana. Dia juga nendang-nendang. Entah merasa berisik, atau ikutan nyanyi juga. Pada titik inilah, kami sangat bahagia. Dia gerak terus, sampai kadang saya nggak bisa tidur. Kalau dengar Papa-nya ngaji, si kecil langsung anteng. Mama-nya tidur pulas. Yay!

Perubahan Fisik Hamil 4 Bulan, Adalah…

Perubahan fisik hamil usia 4 bulan yang paling terlihat adalah perut yang semakin membesar. Kulit perut semakin menghitam dan muncul kulit kering pada sekitar pinggul. Pusar juga semakin muncul ke luar. Ukuran payudara semakin membesar, warna puting juga menghitam.

Saya terkadang merasa pusing dan mudah lelah. Solusinya minum air putih semakin banyak dan ngemil. Sementara cara itu bekerja sih. Perubahan fisik yang sangat baru adalah rasa nyeri pada bagian kanan dan kiri perut bagian bawah. Berbekal membaca berbagai sumber artikel (lagi), kontraksi kecil ini biasa terjadi pada rahim. Tapi, jika rasa sakitnya sudah mulai sangat mengganggu. Segera konsultasikan pada dokter ya!

Gimana Posisi Tidur Terbaik Ibu Hamil Usia 4 Bulan?

Hamil usia 4 bulan, saya dihadapkan dengan kegalauan posisi tidur. Perut yang semakin membuncit, badan yang semakin pegal-pegal dan nafas yang semakin pendek. Bisa membuat tidur malam yang harusnya pulas, malah sebaliknya. Lalu, gimana posisi tidur terbaik ibu hamil usia 4 bulan?

Ibu hamil usia 4 bulan tidur dengan posisi miring katanya banyak memberikan keuntungan ke janin. Saat miring ke kiri, aliran darah yang dibutuhkan si kecil lebih lancar, karena proses aliran darah dari tubuh ke jantung berlangsung cepat. Saya juga sudah mencoba berbagai posisi, kecuali tengkurap ya.

Terlentang: nafas terasa lebih pendek.
Miring Kiri – Miring kanan: nyaman, asalkan ganjal perut dengan bantal tipis dan taruh guling di punggung. Plus satu bantal di kaki.

Setiap Mama tentunya punya cerita dan pengalaman tersendiri tentang kehamilannya. Di manapun berada, selalu jaga kesehatan ya, Moms!

Selamat menikmati tendangan halilintar ~