Dalam setiap fase perkembangan anak, rasanya selalu ada drama baru yang super seru. Memasuki usia Arthur yang sudah 2 tahun, kini saatnya untuk menyapih atau proses berhentinya masa menyusui dengan penuh cinta. Saya pribadi merasa kalau proses menyapih ini nggak hanya berat bagi Arthur tapi juga bagi saya. Jadi, kita benar-benar mempersiapkan proses menyapih ini dengan baik dan dari jauh-jauh hari.

Proses menyapih Weaning With Love (WWL)

Proses menyapih dengan cinta dan tanpa paksaan sering kali dikenal dengan Weaning With Love (WWL) atau slow weaning. Sebuah metode menyapih yang dilakukan secara perlahan dan bertahap hingga ibu dan anak benar-benar siap untuk mengakhiri proses menyusui. Saya memutuskan untuk menggunakan metode ini karena dirasa paling sesuai dengan keadaan psikologis saya dan Arthur sekarang ini. Hingga postingan blog ini terbit, saya dan Arthur masih menjalani proses Weaning With Love. Berikut ini adalah beberapa hal yang saya lakukan dalam proses menyapih anak dengan penuh cinta.

Berkomunikasi dengan Arthur Sedini Mungkin

"Mas Arthur sayang kan sudah besar. Sudah dua tahun, lho. Habis ini kalau haus minum lewat botol dinosaurus ya"

Inilah 'mantra' yang setiap hari saya ucapkan pada Arthur. Saya sudah memulai mengkomunikasikan hal ini saat usianya 20 bulan. Reaksi Arthur pun juga beragam setiap harinya. Terkadang dia merasa sedih, marah atau bahkan sesekali mengiyakan. Hingga saat ini ketika sedang bermain bersama, di tengah membacakan cerita hingga sebelum tidur saya selalu mengucapkan 'mantra' tersebut. Saya percaya secara perlahan Arthur akan mengerti dan bisa lebih let it go.

Tidak Membohongi Anak

Metode menyapih zaman dulu sering menggunakan 'trik' untuk mengalihkan perhatian anak. Mulai dari mengoleskan sesuatu yang pahit, obat merah, plester hingga lipstik pada payudara. Cara ini menurut saya justru membuat anak sedih dan stres karena 'area nyaman' mereka selama ini tiba-tiba berubah.

Membuat anak merasa bersalah karena membuat puting sakit atau 'berubah' membuat saya takut jika secara psikologis akan membuatnya merasa down. Dalam proses menyapih ini saya tidak membohongi Arthur dengan trik apapun. Kecuali ketika ia tidak sengaja mengigit dan putingnya lecet, saya akan mengatakan hal yang sejujurnya. Agar ia lebih berhati-hati dan tidak melakukan hal yang sama.

Tidak Menolak dan Tidak Menawarkan ASI Pada Anak

Saat melakukan Weaning With Love, para Moms disarankan untuk tidak menolak dan tidak menawarkan ASI pasa Anak. Jadi, Arthur hanya minum ASI saat ia meminta saja. Dalam proses ini saya juga sering mengalihkan perhatiannya dengan berbagai aktivitas baru. Misalnya Arthur yang terbiasa minum ASI sebelum tidur kini punya kegiatan baru bermain bersama Papa. Biarpun beberapa kali gagal, tapi juga ada momen ketika ia berhasil tidur tanpa minum ASI terlebih dahulu.

Semenjak menerapkan cara ini, durasi menyusui Arthur jadi semakin berkurang. Berbeda jika menolak memberinya ASI, dia bisa makin sering meminta dengan durasi yang lama. Mungkin karena takut 'kehilangan' momen menyusui yang membuat anak merasa tenang.

Si Arthur terkadang merasa kalau Mama nggak mau memberikan ASI berarti sudah nggak sayang lagi. Itulah reaksi yang keluar dari Arthur ketika tidak diberikan 'akses' untuk menyusui. Semenjak itu, saya berusaha mengubah mindset tersebut secara perlahan. Saya lebih banyak main bersama, menemaninya makan, memeluk hingga hipnoterapi sebelum tidur dengan kata-kata sayang. Rasa nyaman yang diberikan ini membuat Arthur kembali merasa dicintai. Dengan begitu, harapannya Arthur akan tetap merasa aman dan disayang biarpun sudah berhenti menyusu.

Pemberikan Susu UHT Selepas ASI

UHT Indomilk Kids Full Cream Sebagai Susu Selepas ASI | ayumiranti.com

Pemilihan susu selepas ASI menurut saya sangat tricky. Soalnya suka cemas dengan kandungan susu yang belum tentu cocok dengan si kecil. Apalagi jika ada perasa dan pemanis tambahan yang berdampak pada kesehatan gigi si kecil. Setelah membaca berbagai sumber, pemberian susu UHT selepas ASI ternyata sering kali direkomendasikan.

Susu UHT merupakan susu yang nilai gizi dan kualitasnya mendekati susu segar. Disebut UHT karena telah mengalami proses Ultra Hight Temperature atau diolah dengan suhu tinggi sehingga membunuh kuman yang ada dan menjadi steril. Proses sterilisasi UHT biasanya berjalan singkat nih hanya beberapa detik sehingga kandungan nutrisi di dalamnya masih baik. Nah, berikut ini adalah kelebihan susu UHT:

Susu UHT Dibuat dari 100 Persen Susu Cair Segar

UHT Indomilk Kids Full Cream sebagai penambung ASI karena nutrisinya yang sangat lengkap | ayumiranti.com

Susu UHT ternyata dibuat dari 100 persen susu cair segar, lho. Nggak heran kalau susu jenis ini dianggap lebih segar, alami dan paling mendekati kandungan susu segar. Rasanya yang segar dan tidak manis pun dirasa paling mendekati rasa ASI. Sehingga, banyak disukai anak-anak.

Bagi anak usia 1 tahun ke atas bisa memilih UHT Indomilk Kids Full Cream sebagai penambung ASI karena nutrisinya yang sangat lengkap. UHT Indomilk Kids Full Cream ini bebas gula, sehingga saya nggak khawatir jika si kecil punya berat badan berlebih atau giginya gampang rusak.

Kandungan Gizi yang Terjaga Berkat Proses Pembuatan yang Tepat

UHT Indomilk Kids Full Cream Punya Kandungan Gizi yang Tepat | ayumiranti.com

Saat membeli susu UHT, ada baiknya kepoin dulu website brand-nya ya Moms. Saya sempat nih kepoin website indomilk.com untuk tahu proses pembuatan serta kandungan gizi yang ada di produk susu UHT milik mereka.

UHT Indomilk Kids Full Cream diolah dengan proses sterilisasi HTST (High Temperature Short Time) yang dipanaskan pada suhu 140-145 Celcius selama 4 detik yang akan membunuh bakteri jahat. Nah, berkat proses ini susu UHT bisa disimpan dengan kualitas yang baik hingga 1 tahun dalam suhu kamar selama kemasan belum dibuka.

Rasanya Disukai Anak dan Praktis Dibawa

UHT Indomilk Kids Full Cream Punya Rasa yang Disukai Anak | ayumiranti.com

UHT Indomilk Kids Full Cream memiliki rasa yang gurih dan alami, sehingga lebih disukai oleh anak-anak. Kemasannya juga sangat praktis untuk dibawa saat berpergian. Nggak perlu lagi repot membawa banyak 'amunisi' untuk keperluan susu anak. UHT Indomilk Kids Full Cream punya kemasan yang gampang dibawa, nggak gampang bocor dan bisa sekali minum. Sehingga, nggak perlu repot menyimpan sisanya.

Tertarik untuk cobain UHT Indomilk Kids Full Cream untuk si kecil juga, Moms? Saat sudah beli produknya, yuk sekalian aja ikutan blog competition yang diadakan oleh Indomilk Kids Full Cream. Untuk info lebih lengkap bisa klik di sini ya, Moms.

Drama menyapih anak pasti akan berakhir. Selain minta bantuan suami, Moms juga butuh bantuan UHT Indomilk Kids Full Cream sebagai susu sambungan ASI yang rasanya disukai si kecil.

Ini cerita saya bareng UHT Indomilk Kids Full Cream. Kalau Moms punya cerita apa nih? Yuk sekalian ikutan kompetisi #IndomilkUHTKidsFullCream karena #AktifItuSehat. Pastikan Moms menjadi salah satu pemenangnya, ya!

With Love,
Ay.