Entah sudah berapa kali saya memesan makanan lewat aplikasi online. Menempuh ribuan kilometer perjalanan ditemani Bapak ojol dan belanja tanpa perlu muterin pasar di market place. Beli pulsa, bayar listrik, bayar internet nggak perlu ke mana-mana lagi. Semuanya bisa dilakukan semudah dalam genggaman. Selamat datang di era digital technopreneur!

Sebuah Cerita: Social Impact yang Saya Rasakan

Pulang kantor kala itu sedikit berbeda, nggak sedang pulang bareng suami seperti biasanya. Saya memesan GrabCar, disaat rute Araya - Kota Batu lagi macet-macetnya. Waktu itu saya sedang hamil Jasmine, lupa sudah berapa bulan.

"Selamat sore, Pak" salam yang selalu saya ucapkan tiap mau naik angkutan online. Berharap kalau kitanya ramah duluan, driver juga melakukan hal yang sama.

"Ibu sedang hamil ya? Wah, saya harus pelan-pelan." ucap Bapak Grab.

Sepanjang mengarungi kemacetan, beliau mencoba untuk berhati-hati. Lalu, tiba-tiba berhenti sejenak menyapa temannya, Bapak supir angkot. Setelah saling sapa, lanjut mencari jalan pintas menembus kemacetan. Cerita pun dimulai..

Bapak Grab ini dulunya juga supir angkot, 10 tahun. Tentu bukan waktu yang singkat. Melihat tetangga dan teman yang dulunya hanya kuli pasar dan supir angkot nge-Grab, si Bapak ini penasaran untuk cobain juga. Yang nggak pernah pegang hape, jadi kenal Google Maps, WhatsApp dan juga Facebook.

"Nekat aja Mbak, belajar sak isone. Sopo ngerti iso ngubah nasip." pungkasnya.

Kehadiran para unicorn dan decacorn di Indonesia ini terbukti mengubah banyak aspek kehidupan. Memberikan social impact yang luar biasa pada masyarakat. Inilah era digital technopreneur! Terinspirasi dari pencapaian para unicorn dan decacorn, muncullah banyak startup yang memanfaatkan teknologi dalam usaha bisnisnya. Beberapa startup bahkan memanfaatkan teknologi untuk membuat movement yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.

Tidak hanya kebutuhan teknologi dan inovasi yang meningkat, tapi juga kualitas para pelaku digital technopreneur. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perlu didukung oleh institusi pendidikan tinggi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang dibutuhkan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BINUS @Malang hadir sebagai pusat Digital Technology Entrepreneurship yang mendorong pertumbuhan Digital Technopreneur di Indonesia bagian timur. Harapannya, para lulusannya mampu menciptakan lapangan kerja baru, menciptakan ilmu pengetahuan yang inovatif, adaptif, dan kompetitif di era revolusi industri 4.0.

Semangat ini bisa saya rasakan saat menghadiri The Grand Launching of BINUS @Malang (24/10) di Jl. Araya Mansion No. 8-22. Acara yang berlangsung mulai 23 Oktober - 26 Oktober 2019 ini hadir dengan serangkaian acara yang mind blowing.

(c) ayumiranti.com

"Where digital technology meets entrepreneurship in creating value"⁣⁣

Itulah tagline yang dibawa oleh BINUS @Malang dengan menghadirkan para keyspeakers yang memberikan banyak insight yang menginspirasi. Acara ini pun dihadiri oleh para siswa SMA, Binusian, media dan blogger. Bertempat di Hall BINUS @Malang, begitu saya datang ruangan sudah penuh. Begitu juga beberapa ruangan lainnya yang digunakan sebagai live streaming. Hal ini membuktikan jika antusias generasi muda sekarang terhadap dunia digital technopreneur sangat tinggi. Penasaran dengan siapa saja pembicara dan apa saja yang disampaikan?

SESI 1 - GOJEK

Digital Technology Entrepreneurship and Global Innovation

Adrianus Johan Product Manager of GOJEK dan Kornelius Samuel Product Engineer of GOJEK (c) ayumiranti.com
Adrianus Johan Product Manager of GOJEK dan Kornelius Samuel Product Engineer of GOJEK | (c) ayumiranti.com

Berawal dari sebuah permasalahan dan keresahan masyarakat, GOJEK hadir untuk memberikan solusi. Ide inilah yang disampaikan oleh Adrianus Johan, Product Manager of GOJEK dan Kornelius Samuel, Product Engineer of GOJEK. Hal ini dibuktikan oleh kepercayaan masyarakat sebagai pengguna. Nggak heran jika GOJEK kini telah menjadi unicorn pertama di Indonesia.

SESI 2 - GRAB

The Emergence of a Digital Technology Entrepreneur Ecosystem

Igel Zibriel VP of Area Business Development at Grab Indonesia | (c) ayumiranti.com

Igel Zibriel, VP of Area Business Development at Grab Indonesia menceritakan tentang awal mula Grab hadir di tengah masyarakat. Dimulai dengan Grab Taxi, kini Grab telah memiliki banyak layanan diberbagai lini. Bahkan, Grab menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara.

Grab punya tujuan untuk memberikan social impact pada masyarakat, terutam,a untuk mensejahterahkan mitra-nya. Saya jadi teringat pada Bapak Grab yang awalnya dulu supir angkot yang ingin mengubah nasip menjadi lebih baik, lebih melek teknologi dan mengikuti tren masa kini. Dan, sepertinya Grab berhasil!

SESI 3 - TOKOPEDIA

Where Digital Technology Meets Entrepreneurship in Creative Value

Felix Yuwono Lead Product Manager at Tokopedia \ (c) ayumiranti.com

"Belanja? Tokopedia saja."

Boy band Internasional, BTS kini menjadi Brand Ambassador dari salah satu market place terbesar di Indonesia ini. Kabarnya, nilai yang Tokopedia berikan menjadi 8 Triliun! Menarik, kan?

Felix Yuwono, Lead Product Manager at Tokopedia menjelaskan jika inovasi memiliki peran penting dalam berjalannya digital technopreneur. Hal ini sangat dirasakan oleh Tokopedia yang selalu upgrade diri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

SESI 4 - Kompas Gramedia

The Challenges of Digital, Technology & Entrepreneurship in Emerging Markets

Andy Budiman CEO of KG Media | (c) ayumiranti.com

Dunia digital tidak lepas dari tantangan yang luar biasa. Hal ini dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat yang begitu dinamis. Massive-nya user baru sekarang juga menjadi tantangan tersendiri, di mana setiap orang memiliki kebebasan untuk mengemukakan pendapat dan memilih.Peran media begitu penting untuk menjadi sumber informasi terpercaya sekaligus media netral yang bisa mengedukasi masyarakat.

Andy Budiman, CEO of KG Media mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi selama ini. Sekaligus mengajak para audience untuk lebih smart dalam menyikapi trend dan juga isu yang terjadi di dunia internet.

SESI 5 - BINUSIAN

We Speak Entrepreneurship

Sesi ini menghadirkan sederetan BINUSIAN, atau alumni BINUS yang kini tengah berkecimpung dibidang digital technopreneur. Mereka adalah:

  • Kieandy Susanto
    Co-Owner at PT. Indonesia Global Solusindo (ISGS)
  • Matius Kelvin
    Co-Founder at Accelist Lentera Indonesia
  • Lidya Dameycelina Rias
    Founder at Booka.id
  • Edy Budiman
    Founder and CEO Dewaweb
  • Arifa Tan
    CEO PT. IDStar Cipta Teknologi
  • Muhammad Egha
    Co-Founder & CEO at DELUTION ENTERPRISE
  • Joshua Kevin
    Founder Talenta.co
  • Tyovan Ari Widagdo
    Founder Bahaso.com
  • Yassa Singgih
    President at Men's Republic
(c) ayumiranti.com

Nggak cuma keyspeakers nya aja yang keren dan inspiratif, seharian ikutan acara The Launching of BINUS @Malang ini bikin pengin kuliah lagi. Gimana engga, kampusnya instagramable banget. Mulai dari eksterior bangunan, hingga interiornya bikin betah kuliah.

(c) ayumiranti.com

Acara juga makin seru dengan adanya foodtruck festival, bazaar keren, experience booth yang inovatif, exibition dan juga humanitarian festival. Sayang banget nggak bisa cobain semuanya karena asyik dengerin materi disetiap sesinya. Tapi, bisa ngeliat para siswa SMA begitu excited sekali!

Program Studi Digital Technopreneur di BINUS @Malang

BINUS @Malang memiliki enam program studi berbasis digital teknologi entrepreneurship yakni:

  1. Business Creation
  2. Informatics
  3. Interior Design
  4. Communications
  5. Public Relations
  6. Visual Communication Design

Terdapat juga minor program dalam Digital Technopreneur Laboratory dengan konsep pembelajaran berupa: Desain Model, Prototype, Business Model, Aplikasi dan Creative Project.

Nggak hanya itu, BINUS @Malang juga memiliki program 2 + 1 + 1 untuk mendapatkan pengalaman belajar multikampus dan pengalaman professional di luar kampus. Jadi, selama 2 tahun mahasiswa akan menjalankan perkuliahan di Kampus BINUS @MALANG, dilanjutkan 1 tahun kuliah di BINUS UNIVERSITY Jakarta atau BINUS @Bandung kemudian 1 tahun berikutnya adalah Enrichment untuk menyiapkan mahasiswa menjadi tenaga profesional siap kerja.

Program Enrichment sendiri bisa dipilih oleh mahasiswa: Internship (company/industry); Research; Community Development; Start-Up Business; study Abroad (kuliah di Universitas partner di luar negeri). Program ini dibuka untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dikancah global.

Pulang dari BINUS @Malang, ada banyak insight baru yang saya dapatkan. Bagi yang ingin jadi bagian dari makin tumbuhnya era digital technopreneur bareng BINUS @Malang, yuk gabung!